Monday, December 01, 2008

SEORANG MUSLIM TIDAK DIKAFIRKAN KERANA DOSA-DOSANYA

Ahlus Sunnah berkeyakinan bahwa seorang mukmin meskipun melakukan dosa-dosa kecil dan besar tidak boleh dikafirkan dengan semuanya itu. Meskipun dia meninggal dunia dalam keadaan belum taubat, selama masih dalam tauhid dan keikhlasan, urusannya terserah Allah.

Jika Dia menghendaki, Dia akan mengampuni dan memasukkannya ke syurga pada hari Kiamat dalam keadaan selamat, beruntung dan tidak disentuh oleh api neraka, tidak disiksa atas segala dosa yang pernah dilakukannya, ini boleh sahaja terjadi kerana perbuatan yang dilakukan oleh hamba tersebut yang mengundang rahmat Allah swt dan kasih-Nya kepada hamba tersebut.

Namun apabila Allah kehendaki, bisa saja Dia menyiksanya di neraka untuk sementara, namun azab itu tidak kekal, bahkan akan dikeluarkan untuk dimasukkan ke tempat kenikmatan yang abadi (syurga).

Guru kami (Al-Imam Abu Thayib) Sahal bin Muhammad (As- Sha'luki) rahimahullah berkata:"Seorang mukmin, walaupun disiksa di neraka, ia tidak akan dicampakkkan seperti dicampakkannya orang kafir. Ia pun tidak kekal seperti orang-orang kafir, dan ia tidak akan celaka seperti celakanya orang kafir."

Ertinya, bahwa orang kafir akan diseret ke neraka dan dalam keadaan tersungkur wajahnya, dibelenggu, dibebani dengan beban yang berat. Sedangkan seorang mukmin yang dihukum di neraka, ia akan masuk seperti tahanan yang masuk penjara di dunia dengan berjalan, tanpa dijungkirbalikkan, atau dicampakkan seperti pada orang kafir.

Erti ucapan:"..dia tidak akan dicampakkan seperti orang kafir yaitu bahwa orang kafir dimasukkan seluruh tubuhnya ke neraka dan setiap kali kulitnya gosong, kemudian diganti dengan kulit yang baru, agar ia betul-betul merasakan siksa-Nya, sebagaimana diceritakan dalam Al-Qur'an:" Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (An-Nisaa:56)

Adapun orang-orang beriman, wajah-wajah mereka tidak akan disentuh oleh api neraka, dan anggota sujud mereka juga tidak akan dibakar api neraka, kerana Allah telah mengharamkan neraka untuk membakar anggota-anggota sujud.

Erti ucapan beliau:"...mereka tidak akan kekal didalamnya seperti orang kafir...". Orang-orang kafir kekal di neraka dan tidak akan dikeluarkan selama-lamanya, sedangkan pelaku dosa-dosa besar dikalangan mukminin tidak akan kekal di neraka (jika masuk).

Makna ucapan beliau:"..tidak akan celaka seperti celakanya orang kafir..". Bahwasanya orang-orang kafir putus asa untuk mendapat rahmat Allah, mereka juga tidak mempunyai harapan sama sekali untuk senang. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tidak putus-putusnya mengharap rahmat Allah disetiap keadaan. Kerana pada akhirnya seorang mukmin akan masuk syurga, disebabkan mereka diciptakan untuk masuk surga dan syurga diciptakan untuk menjadi miliknya, sebagai keutamaan dan kurnia dari Allah azza wa jalla .
Dalilnya sabda Nabi sallallahu'alaihi wa sallam:"Allah mengharamkan bagi api nereka untuk menjilat bekas-bekas sujud dan lainnya." (HR. Bukhari)

Ushulus Sunnah wa I’tiqod ad-Dîn

No comments: